Rabu, 27 Juli 2011
Warna-warni Dunia
Warna-warni Dunia
Berkat warna, kita bisa melihat indahnya alam di bumi. Berkat warna, kita juga bisa mengenali berbagai tanda. Berkat warna, kita bisa berkreasi menghasilkan karya seni. Berkat warna juga kita bisa berdandan dan mix’n match pakaian. Pokoknya warna memiliki arti penting dalam kehidupan kita. Apalagi ya, kehebatan dari warna?
- Dalam dunia fashion, warna hitam adalah warna yang paling disukai. Karena warna ini nggak pernah ketinggal zaman dan mudah untuk dikreasikan. Selain itu warna hitam juga dipercaya bikin kita terlihat lebih langsing.
- Warna biru, kuning dan merah adalah warna dasar bagi para seniman. Ketiga warna ini bisa menghasilkan warna-warna lain jika dicampur. Misalnya, warna biru dicampur warna kuning akan menghasilkan warna hijau.
- Dalam ilmu psikologi, ada empat warna dasar yang mempengaruhi tubuh, emosi dan pikiran kita. Keempat warna itu adalah warna biru (mempengaruhi intelektual), warna merah (mempengaruhi fisik), warna hijau (mempengaruhi kestabilan) dan warna kuning (mempengaruhi emosi).
- Sedangkan di bidang kesehatan, warna merah sebaiknya disembunyikan dari orang yang sedang sakit karena bisa menaikkan tekanan darah dan debaran jantung. Warna biru dan ungu disarankan untuk lebih sering dilihat, soalnya dipercaya bisa menenangkan dan menurunkan tingkat stres.
- Dr. Gary Blumenthal dari organisasi International Food Strategies mengatakan bahwa warna makanan bisa mempengaruhi selera makan kita, lho. Dan ada satu warna yang bisa bikin selera makan kita menghilang, yaitu warna biru. Karena warna biru bukanlah warna yang wajar untuk bahan makanan.
- Warna juga bisa membuat orang bisa merasakan makanan atau minuman tanpa harus mencicipinya terlebih dahulu. Menurut artikel di Journal of Food Science, begitu melihat minuman berwarna kuning, seseorang bisa langsung merasakan asamnya rasa lemon.
- Warna juga bisa mempengaruhi suhu udara. Hasil penelitian menunjukkan warna gelap lebih cepat menangkap suhu panas matahari daripada warna cerah. Bahkan es pun lebih cepat cair lho, kalau ditaruh di wadah berwarna gelap.
- Cowok dan cewek memiliki perbedaan dalam melihat warna. Menurut penelitian duo psikolog Amerika, Guilford dan Smith, cewek lebih sensitif terhadap warna. Makanya kaum cewek bisa dengan gampang memilih warna yang cocok baginya dibandingkan para cowok.
- Buta warna atau kesulitan membedakan warna lebih banyak diderita oleh para cowok. Hal ini disebabkan para cowok hanya memiliki satu kromosom X yang bisa mencegah kelainan ini. Sedangkan cewek memiliki dua buah kromosom X.
- Warna cokelat adalah warna yang paling dihormati, terutama di Negara Eropa. Karena warna ini memberikan efek kehangatan, rendah hati, dan ketekunan.
Oportunis, Optimis dan Pesimis
Oportunis, Optimis dan Pesimis
Seringkali kita menemukan kata-kata ini saat membaca artikel di koran atau majalah. Beberapa contohnya adalah ketiga kata sifat berikut ini, yaitu oportunis, optimis dan pesimis. Apa sih perbedaan ketiga sifat ini? Dan bagaimana ciri-ciri orang yang memiliki sifat ini? Kia bahas, yuk…
Oportunis
Oportunis adalah sikap tidak ingin berpihak kemana pun, kecuali untuk hal yang menguntungkan bagi dirinya. Biasanya orang oportunis lebih mementingkan diri sendiri sehingga terlihat egois dan nggak suka bekerjasama dengan orang lain. Sebenarnya sifat oportunis nggak seburuk kelihatannya, kok. Karena terkadang kita perlu bersikap seperti ini. Misalnya, ketika kita berada dalam tim kerja yang nggak akur dan lebih suka berdebat daripada menyelesaikan tugas. Daripada pusing disuruh milih berpihak ke salah satu kelompok, lebih baik kita mengerjakan sendiri tugas yang diberikan, sehingga bisa selesai dengan baik dan tepat waktu.
Pesimis
Pesimis adalah sifat yang penuh keraguan dan bimbang dengan kemampuan diri sendiri. Orang yang pesimis biasanya nggak berani mengambil resiko dan mudah putus asa setiap menghadapi rintangan. Sifat pesimis ini memang cukup merugikan karena kita jadi nggak percaya diri setiap kali ingin melakukan sesuatu. Boleh saja memiliki rasa takut akan kegagalan, tapi bukan berarti kita harus menyerah dan berhenti berusaha. Misalnya, dalam berkompetisi, kita sadar bahwa saingan kita cukup kuat sehingga akan sulit mengalahkan mereka. Tapi, kita tetap maju dan berupaya menunjukkan kemampuan kita. Berarti kita sudah berhasil mengalahkan sifat pesimis kita.
Optimis
Kebalikan dari pesimis, sifat optimis adalah sifat yang penuh dengan pikiran positif dan keyakinan pada diri sendiri. Orang yang memiliki sifat optimis biasanya penuh percaya diri dan berani mengambil keputusan. Meskipun tahu akan banyak rintangan di depan, orang optimis akan tetap mencoba maju. Dan seandainya dia gagal, orang optimis nggak akan kecewa dan bersedih terlalu lama. Karena mereka yakin akan bisa berhasil kalau mau terus berusaha. Sifat optimis inilah yang harus ada dalam diri kita setiap kali ingin melakukan sesuatu.
Sekolah Angker di Korea
Sekolah Angker di Korea
Gimana ya kalau ternyata sekolah kita dibangun di atas pemakaman? Murid-murid sebuah SMA di Gyeongju, Korea merasakan sendiri hal ini. Gedung sekolah mereka terkenal angker. Waduh!
Sebenarnya, SMA ini dulunya berada di tengah kota, namun kemudian dipindahkan ke pinggiran kota. Gedung sekolah yang baru tersebut didirikan di atas sebuah bukit yang merupakan area pemakaman, dekat dengan makam Kim Yushin (Jenderal terkenal Korea dari abad ke-7). Untuk membangunnya, beberapa makam pun dipindahkan. Ketika proses pemindahan makam, sebenarnya sudah dilakukan semacam kegiatan doa. Konon, ini dimaksudkan agar tidak ada “penunggu” yang marah ataupun merasa nggak tenang. Namun, banyak yang beranggapan bahwa prosesi doa ini nggak sepenuhnya berhasil.
Setelah pembangunan selesai dan sekolah resmi beroperasi, muncul lah berbagai “gangguan”. Para murid, terutama yang menghuni asrama, seringkali merasa nggak nyaman saat di sekolah. Malah, banyak kesaksian yang menyatakan bahwa mereka melihat penampakan aneh. Alhasil, nggak ada yang mau berlama-lama di sekolah. Murid-murid juga menghindari pulang-pergi melewati jalur bukit pemakaman. Soalnya setiap lewat situ, kabarnya sering muncul perasaaan yang nggak enak. Menurut cerita yang beredar, banyak makhluk halus yang menghantuinya. Nah, lho!
Gara-Gara Terbawa Emosi
Pernah nggak merasa sangat kesal hingga seperti ingin “meledak”? Emosi seperti itu, ternyata sangat berbahaya lho, bila dituruti. Jika kemarahan nggak dikontrol, hal kecil pun bisa menyulut perbuatan kasar, bahkan tindakan kriminal. Kalau sudah demikian, yang tertinggal hanyalah penyesalan. Seperti kasus yang dilakukan remaja berikut ini.
Kasus#1: Nggak cuma seleb aja lho, yang pernah melakukan tindakan pengerusakan terhadap kamera wartawan. Karena nggak mampu menahan emosi, seorang siswa di Ponorogo juga melakukan tindakan serupa. Hal ini berawal dari razia yang dilakukan petugas terhadap para siswa yang bolos. Aksi ini diliput oleh media, termasuk kontributor televisi. Saat melihat kamera yang mengambil gambar ke arahnya, salah seorang murid langsung emosi. Tanpa pikir panjang ia menyerang si cameraman hingga kamera video-nya rusak. Karena tindakan gegabahnya tersebut, Si murid jadi terkena makin banyak masalah. Ck..ck..ck..
Kasus#2: Walaupun merasa benar, bertindak berdasarkan emosi tetap aja salah. Ini terbukti dari pengalaman gadis 15 tahun asal Amerika. Ia marah saat mengetahui ibunya sedang berjudi di sebuah tempat perjudian. Dengan nekad, si cewek mengendarai van milik si Ibu dan sengaja menabrakannya ke gedung perjudian. Dikabarkan, cewek tersebut dan beberapa pengunjung mengalami cedera, sementara mobil dan gedung mengalami kerusakan. Ia pun diperkarakan atas perbuatan menyetir ugal-ugalan dan tanpa SIM, serta sengaja melakukan tindakan yang membahayakan. Untung aja nggak sampai ada nyawa melayang.
Kasus#3: Sekelompok remaja memukuli dua pria tua berusia 51 dan 73 tahun karena merasa kesal. Sadis banget, ya? Masalahnya, sepele banget. Cuma gara-gara 7 orang cowok yang lagi berkumpul di dekat perumahan, dimarahi seorang kakek karena dianggap menyampah. Si kakek dan temannya, kemudian meminta mereka untuk memberesi sampah tersebut. Nggak terima mendapat teguran, para cowok langsung mengajak berantem kedua pria tersebut. Ujung-ujungnya, kedua pria tua itu pun babak belur dikeroyok. Aksi brutal tersebut akhirnya dilerai kepolisian, dan para remaja pelaku penyerangan diamankan.
Kasus#1: Nggak cuma seleb aja lho, yang pernah melakukan tindakan pengerusakan terhadap kamera wartawan. Karena nggak mampu menahan emosi, seorang siswa di Ponorogo juga melakukan tindakan serupa. Hal ini berawal dari razia yang dilakukan petugas terhadap para siswa yang bolos. Aksi ini diliput oleh media, termasuk kontributor televisi. Saat melihat kamera yang mengambil gambar ke arahnya, salah seorang murid langsung emosi. Tanpa pikir panjang ia menyerang si cameraman hingga kamera video-nya rusak. Karena tindakan gegabahnya tersebut, Si murid jadi terkena makin banyak masalah. Ck..ck..ck..
Kasus#2: Walaupun merasa benar, bertindak berdasarkan emosi tetap aja salah. Ini terbukti dari pengalaman gadis 15 tahun asal Amerika. Ia marah saat mengetahui ibunya sedang berjudi di sebuah tempat perjudian. Dengan nekad, si cewek mengendarai van milik si Ibu dan sengaja menabrakannya ke gedung perjudian. Dikabarkan, cewek tersebut dan beberapa pengunjung mengalami cedera, sementara mobil dan gedung mengalami kerusakan. Ia pun diperkarakan atas perbuatan menyetir ugal-ugalan dan tanpa SIM, serta sengaja melakukan tindakan yang membahayakan. Untung aja nggak sampai ada nyawa melayang.
Kasus#3: Sekelompok remaja memukuli dua pria tua berusia 51 dan 73 tahun karena merasa kesal. Sadis banget, ya? Masalahnya, sepele banget. Cuma gara-gara 7 orang cowok yang lagi berkumpul di dekat perumahan, dimarahi seorang kakek karena dianggap menyampah. Si kakek dan temannya, kemudian meminta mereka untuk memberesi sampah tersebut. Nggak terima mendapat teguran, para cowok langsung mengajak berantem kedua pria tersebut. Ujung-ujungnya, kedua pria tua itu pun babak belur dikeroyok. Aksi brutal tersebut akhirnya dilerai kepolisian, dan para remaja pelaku penyerangan diamankan.
Langganan:
Postingan (Atom)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "